Newsdigital.id.(Tanjab Timur) – Memasuki tahap yang ke 11 terutama menyangkut penyaluran bantuan sosial tunai (BST) melalui Kementrian Sosial Covid 19 yang berada di Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjab Timur berjalan aman dan lancar. Sabtu (20/2).
Salah seorang penerima bantuan BST Kelurahan Mendahara Ilir, Sopian Hadi saat disambangi wartawan Newsdigital.id mengatakan, bahwa dengan adanya penyaluran bantuan BST melalui Kementrian Sosial (Kemensos red) sebesar Rp 300 ribu yang kita terima setiap bulan, sangat kita syukuri. Apalagi ditengah masa pandemi Covid 19 untuk kegiatan aktivitas sebagai buruh nelayan dengan kondisi sekarang ini, lebih memilih tak melaut mengingat situasi ombak dan angin dilaut yang terus memuncak mau tak mau terpaksa cari sampingan lain demi kebutuhan sehari hari,” kata Sopian kepada awak media ini.
” Uang yang sudah kita terima sebesar Rp 300 ribu paling tidak mampu bertahan hidup, sedangkan selebihnya lagi mencari pekerjaan sampingan, ya mau dibilang apalagi kalau kondisinya sudah seperti ini, kita syukuri saja dengan bantuan yang sudah kita terima dari pemerintah,” ujarnya.
Terpisah penyalur bantuan BST dari pihak Kantor Pos Giro Provinsi Jambi yaitu Sudar menuturkan, dari hasil data selaku penerima bantuan sosial tunai (BST red) dari Kemensos Covid 19 yaitu untuk wilayah Kecamatan Mendahara dibagi menjadi delapan desa dan satu kelurahan yang kini memasuki tahap yang ke 11. Alhamdulillah dalam penyalurannya tersebut berjalan aman dan lancar,” terangnya.

Saat ditanya, dari hasil data penerima bantuan BST Kemensos Covid 19, terhitung dari penyaluran tahap 1 hingga penyaluran tahap yang ke 11, apakah ada penambahan atau sebaliknya ada pengurangan, sebut Sudar selaku penyalur bantuan BST selaku mewakili Pos Giro pada dasarnya untuk tahap awal berjumlah 679 orang.
“Kemudian ditahap kedua ada pengurangan menjadi 601 orang, terus ditahap ke tiga sebanyak 574, untuk ditahap ke empat sebanyak 405 orang, dan tahap ke lima sebanyak 405 orang, terus ditahap ke enam 397 orang, kemudian ditahap ke tujuh sebanyak 438 orang, ditahap berikutnya yaitu ditahap ke delapan, sebanyak 398 orang, ditahap ke sembilan 398 orang hingga ditahap sepuluh sampai ditahap ke sebelas, yaitu 383 dan 389, berkaitan penyaluran sesuai jumlah data dari kemensos itulah yang kita serahkan,” jelasnya.
Sementara Camat Mendaharan, Amri Juhardy, S.Ip dalam pantuannya saat dilakukan penyaluran BST di aula kantor camat Mendahara menjelaskan kepada rekan media, bahwa dalam pelaksanaan penyaluran BST melalui Kementrian Sosial terkait Covid 19 yang terjadi saat ini, para penerima bantuan yang terdiri dari desa dan kelurahan berjalan dengan tertib dan aman sesuai protokol kesehatan,” ucap Amri.
Sedangkan tahap penyaluran bantuan tersebut sudah berdasarkan mekanisme yang ada, barangkali dari tahap awal sebelumnya berjumlah 679 orang dan ditahap yang ke sebelas berjumlah 389 orang terjadi perampingan data dari kemensos, yaitu untuk sebagian lagi dari nama – nama warga selaku penerima bantuan yang sebelumnya sempat hilang. Namun sebaliknya nama yang bersangkutan dialihkan kebantuan lainya, seperti bantuan BPNT, PKH atau bantuan KKS dan bantuan lainya.
“Tentunya pemerintah dalam hal ini, tetap berupaya secara maksimal dalam mengsingronkan data, dengan tujuan untuk menghindari adanya nama ganda selaku penerima manfaat, contohnya dalam penyaluran bantuan BST saat ini, tidak ada lagi warga yang konflin dalam menerima bantuan, arti kata bantuan tersebut benar benar tepat sasaran,” pungkasnya. (mul)

