NEWSDIGITAL.ID.Kota Jambi – Masyarakat Kota Jambi merasa telah ditipu oleh oknum Kelurahan Murni dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jambi. diduga menerima pungli untuk menerbitkan sertifikat tanah namun hingga sekarang tidak ada kejelasan.
Diketahui, ada 6 rumah yang mengajukan pembuatan Surat Hak Milik (SHM) namun sampai kini belum juga keluar. Padahal sudah satu tahun lebih penantian tersebut.
Selain itu, pihak kelurahan Murni dan pihak BPN Kota Jambi melakukan pungli dengan meminta masyarakat untuk membayar uang sebesar 5 juta rupiah untuk pembuatan SHM.
Edi Merupakan korban dari kegiatan pungli yang dilakukan oleh pihak kelurahan dan oknum BPN Kota Jambi.
Edi menceritakan berawal pada tahun 2020 dirinya mengajukan membuat sertifikat Surat Hak Milik (SHM) untuk 6 rumah. Saat itu ada pihak kelurahan yang langsung datang ke rumah.
Lanjutnya, untuk meminta uang sebesar Rp 5 Juta rupiah di setiap rumah yang akan mengurus SHM tersebut. “Itu petugas yang datang bernama Pendi bang. Yang datang ke rumah rumah warga disini. Namun sampai saat ini belum juga mendapatkan SHM,”ujarnya.
“Itu kata petugas kelurahan kalau bayar 5 juta akan dikerjakan oleh pihak BPN Kota Jambi,”imbuhnya.
Edi menjelaskan, dirinya percaya karena pada saat itu Oknum bernama Pendi merupakan Pak Lurah Murni. Sehingga kami dan warga lainnya. Langsung berikan uang tersebut.
“Sudah lama juga tidak ada kabar dan ditangani ke pihak kelurahan langsung pihak keluarga bilang ‘Uang sudah diserahkan kepada BPN Kota Jambi’,”jelasnya.
Dalam hal tersebut, oknum BPN Kota Jambi yang sudah diberikan kepada bernama Ari Sukmayadi, kata Edi, itu dirinya diberitahu oleh pihak kelurahan Murni.
Saat ditelusuri, ke BPN Kota Jambi tenyata dirinya mendapatkan informasi dari petugas pelayanan BPN keberadaan oknum tidak bertugas di kantor.
“Maka dari itu gara-gara oknum ini. Kami tidak mau tahu pokoknya pihak BPN kota Jambi harus memanggil oknum Ari Sukmayadi atas bertanggung jawabannya, agar dapat menyelesaikan penerbitan SHM milik kami, kekhawatiran kita apabila terindikasi hilangnya berkas penting kami (*)


