SENGETI – Nasib Guru Honorer di Kabupaten Muarojambi semakin meradang. Pasalnya, sulitnya perekonomian di tengah wabah virus covid-19, malah insentif mereka selama lima bulan ini belum juga dibayar. Seperti dikeluhkan salah satu tenaga honorer yang tinggal di Kelurahan, Sengeti Erma.
“Honor kami lima bulan belum dibayar, padahal itulah harapan kami. Apalagi sebentar lagi lebaran, apa penyebabnya, mohonlah segera dibayarkan,” pinta Erma.
Insentif untuk guru honorer tingkat SD sebesar Rp600 ribu perbulan, namun hingga kini belum dibayar.
“Kalau jumlah tenaga honorernya juga lebih kurang Rp 600 orang,” jelasnya.
Sementara itu salah satu staf di dinas pendidikan yang enggan disebutkan namanya, mengatakan belum dibayarkannya insentif tenaga honorer tersebut dikarenakan belum dibukanya aplikasi keuangan dari BPKAD. “Apa yang mau kami kerjakan, aplikasinya masih ditutup oleh BPKAD, jadi pagunya kita tidak tahu” sebutnya singkat.
Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Muarojambi komisi I, Ulil amri saat dikonfirmasi mengaku kecewa dengan informasi tersebut. Bahkan Ulil mengatakan seharusnya honor tersebut harus segera di proses jangan ditunda-tunda lagi, apalagi sebentar lagi akan menghadapi lebaran. “Cuma itu (honor) yang diharapkannya, jadi harus segera dibayarkan,” Sebut Ulil.
Terkait Sistem aplikasi yang ditutup oleh BPKAD, Ulil Amri menyebutkan, harusnya semua sistem itu berjalan seperti biasa. Wabah Covid-19 ini jangan dijadikan alasan, karena nyatanya bantuan Covid-19 dari Pemkab Muarojambi hingga hari ini tak kunjung cair.
“Jadi, jangan dijadikan alasan, apakah daerah lain terganggu juga? Nyatanya bantuan Covid-19 belum juga turun. Bupati harusnya tahu, karena itukan menyangkut hajat hidup orang banyak. Segera perintahkan supaya cepat di proses.

