Newsdigital.id (Pelalawan-Riau) – Pemasanga instalasi listrik kepada konsumen H. Abas yang sangat mahal, di Desa Trantam Manuk Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan Riau. Terkait pemasangan listrik yang harganya mencapai 15 juta rupiah itu yang di sampaikan H. Abas, pemasangan listrik tersebut untuk dipakai dirumah beliau.
Abas juga merasa kecewa, dengan pemasangan listrik itu tidak sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh PLN. Setiap hari Abas mengeluh dengan daya yang dipasang oleh petugas PLN, tidak bisa digunakan dengan memuaskan. Pada hal arus yang mereka minta 5000 Wat, namun setiap mereka memasang mesin air lampu listrik mereka mati alias tidak kuat arus listrik tersebut. Pada hal saya sudah bayar 15 juta Jawab Abas dengan merasa kesal.
Ketika awak media ini komfirmasi dengan pihak pekerja Biro yang tidak mau disebutkan namanya melalui telepon seluler, Selasa 23-11-2021
Pekerja tersebut mengakui bahwa mereka yang memasang instalasi listrik ke rumah H. Abas, dan mencantolkan kabel listrik tersebut kepohon karet.
Lanjutnya kami memasang kabel tersebut lebih kurang 800 meter pak, dengan harga 8000 Rupiah permeter kali 800 meter maka harga kabel tersebut 6.400.000 Rupiah. ketika awak media ini bertanya kalau Bironya siapa bang? Bironya Uniang nama aslinya Agus. Konsumen itulah langsung berjumpa dengan Uniang atau Agus pak, uang tersebut langsung diberikan konsumen kepada Agus atau Uniang.
Kalau uang yang sampai sama saya hanya uang membeli kabelnya saja pak. Kami hanya pekerja dan disuruh oleh Uniang atau Agus untuk memasang kerumah H.Abas, dan saya langsung memasangnya pak.
Ketika awak media ini komfirmasi dengan Agus arau uniang, awak media ini bertanya kenapa pemasangan instalasi listrik tersebut hanya dicantol kan kepohon Karet pak ? Agus menjawab dimana tepatnya, di desa Trantam Manuk. Awak media ini bertanya apakah pak Agus Bironya? Tidak pak, bapak cek dulu meternya maka tau siapa nanti Biro.
Agus tidak mengakui bahwa Agus Biro tersebut. Awak media ini bertanya kenapa pemasangan kabel instalasi tersebut tidak pake tiang listrik hanya dicantolkan ke pokok karet, saya nggak tau lah pak siapa yang memasang itu.
Sementara yang memasang kabel listrik tersebut mengatakan bahwa Aguslah Bironya,konsumen atau H.Abas yang langsung berjumpa dengan Agus dikantor PLN di Pangkalan kerinci. Bahkan uang tersebut diserahkan H.Abas kepada Agus itu lah pengakuan pekerja tersebut.
Jadilah ini lah kenakalan para pihak ketiga PLN, yaitu Biro- biro yang tidak bertanggung jawab. Dan hanya menguntungkan diri sendiri yang jadi korbannya adalah masyarakat.
(Victor Sinaga)

