Newsdigital.id,(jambi) – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Hairan, SH beserta sang Istri Uni Yati Hairan hadiri Malam Keagungan Melayu Jambi 2022 “The Hidden Paradise Culture From Jambi, Adat Dijunjung Budaya Disanjung”, Kamis (06/01/2022).
Acara Malam Keagungan Melayu Jambi dilaksanakan di Ratu Convention Centre ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Aparatur Pelayanan Politik Kemendagri Drs. La Ode Achmad P. Bolombo, M. Si, Gubernur Jambi Drs. H. Al Haris, S. Sos, MH beserta Istri Hj. Hesnidar Aris, SE, Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M. Pd, I Beserta Istri, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi beserta Istri.
Sementara itu tampak hadir Unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Tim Ahli Penetapan Maestro Tingkat Nasional Kategori Seni Tradisi utusan dari Kemendikbud, Bupati/Walikota/mewakili se – Provinsi Jambi, Ketua Lembaga Adat Provinsi Jambi, Ketua Lembaga Adat Jambi-Jakarta, Ketua Masyarakat Jambi-Jakarta, Staf Ahli Gubernur beserta jajaran dan Kepala OPD, Seniman Budayawan, Para Talenta Maestro Jambi, Ketua Perkumpulan Etnis di Provinsi Jambi dan undangan lainnya.
Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S. Sos, MH dalam sambutannya menyampaikan malam Keagungan Melayu Jambi yang setiap tahunnya digelar ini, bertujuan agar tidak melupakan adat, budaya, seni, dan tradisi yang sudah dibangun sejak nenek moyang dahulu, yang menurutnya mudah hilang seiring perkembangan zaman ilmu pengetahuan.
Menurut laporan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Sri Purnama Syam, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun pada saat HUT Provinsi Jambi, yang mana kegiatan ini merupakan penghargaan bagi budaya Provinsi Jambi.
“Malam hari ini kami ingin bicara Jambi memiliki surga yang tersembunyi, dari sisi budaya yang masih banyak belum tereksplor dengan baik, disudut sudut Desa Jambi masih banyak kekayaan kita yang tidak pernah terlihat,”ujarnya.
“Kami juga mohon dengan sangat agar kita bersama sama menghidupkan spirit dalam hati bahwa adat dijunjung budayo disanjung tradisi itu tidak boleh mati, dia hidup saat ini, besok, lusa hingga nanti,”harapnya. (zul)

