Newsdigital.id.(Tanjab Timur) – Menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan di sekolah masing masing terutama ditengah masa pandemi Covid 19 yaitu 146 guru pegawai negeri sipil ( PNS red) SD dan SMP diikuti PHTT tepatnya di Puskesmas Kelurahan Mendahara Ilir, Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjab Timur di Rapid Antigen, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran dan penularan virus Corona yang kondisinya kini terjadi peningkatan. Jum’at (26/2).
Kepala Sekolah SDN 142 Desa Mendahara Tengah Maslikan, saat disambangi wartawan Newsdigital.id mengatakan, dengan dilakukan Rapid Antigen terutama dikalangan guru dan Kepala Sekolah Pegawai Negeri Sipil (PNS red) dan diikuti PHTT sangat kita dukung. Apalagi menjelang pelaksaan tatap muka akan diberlakukan paling tidak dapat mencegah terjadinya penyebaran dan penularan Covid 19,” kata Maslikan kepada para awak media.

“Yang jelas guru dan kepsek maupun dari PHTT setelah dilakukan Rapid Antigen. Alhamdulillah hasilnya negatif arti kata tidak ada lagi saling rasa kecurigaan,” ujarnya.
Terpisah Plt Puskesmas Kecamatan Mendahara Nasrul Diman kepada awak media ini menjelaskan, bahwa telah dilakukan Rapid Antigen di Puskesmas sebelumnya dari kalangan ASN, kini di ikuti dari kalangan guru maupun kepsek yang merupakan pegawai negeri sipil hingga PHTT dengan tujuan untuk mengantisipasi terjadinya penularan dan penyebaran Covid 19 yang kondisinya kini sedang meningkat,” terang Nasrul.
” Guru PNS yang sudah dilakukan Rapid Antigen termasuk di kelurahan maupun guru PNS yang ada di desa jumlahnya lebih kurang 146 orang, untuk sebagian lagi masih tahap menyusul, Dari hasil Rapid Antigen oleh petugas tenaga kesehatan tersebut hasilnya negatif, kita berharap agar semua kalangan masyarakat untuk selalu bersikap ujur demi keselamatan pada diri kita maupun pada orang lain,” tegasnya.
Camat Mendahara, Amri Juhardy saat dikonfermasi wartawan Newsdigital.id membenarkan, dengan terwujudnya kenyamanan dalam pelayanan kepada masyarakat terutama ditengah masa pandemi Covid 19, paling tidak selaku pimpinan tetap memberikan contoh yaitu melakukan Rapid Antigen bersama staf kantor camat, alhamdulillah hasilnya negatif apa yang menjadi selama ini kecurigaan ternyata memberikan motifasi untuk berani dalam mengambil sikap jujur, kalau bukan kita siapa lagi akan melindungi nasib keluarga dan saudara kita dari mewabahnya virus Corona ini,” tegasnya.
“Menurutnya dari hasil Rapid Antigen tersebut, kita sudah menyelamatkan jiwa orang lain, dengan mengutamakan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun hidup berprilaku bersih dan sehat mudah mudahan wabah virus Corona ini secepatnya berlalu,” pungkasnya. (mul)

