BUNGO – Bungo berdarah darah lagi. Belum lagi tuntas kasus penyerangan polisi usai Razia Peti di Desa Belukar Panjang, Minggu (10/5) lalu, dini hari kemarin, Kamis (14/5), bentrok berdarah antara warga dua dusun terjadi lagi di kabupaten berjuluk Kota Lintas ini. Bentrok terjadi setelah sekelompok pemuda dari Desa Dusun Lubuk Landai menyerang Dusun Candi, Kecamatan Tanah Sepenggal.
Penyerangan secara brutal sekitar pukjul 00.30 Wib itu menyebabkan satu unit rumah dan belasan motor terbakar. Mobil Camat Tanah Sepenggal pun ikut jadi sasaran amukan masa. Kacanya pecah dan mengalami kerusakan di bagian body.
Tidak itu saja, Rio (Kades) Lubuk Landai, Anhar terkena tembakan senapan angin di bagian punggung belakang dalam insiden tersebut. Kemudian, seoràng warga Lubuk Landai atas nama Aprizal mengalami luka bacokan.
Informasi yang diperoleh menyebabkan, bentrok berdarah itu awalnya dipicu oleh pengeroyokan seorang pemuda Desa Lubuk Landai di Desa Candi beberapa hari sebelumnya.Ini diungkapkan Camat Tanah Sepenggal, Zukrianto dalam pertemuan untuk mendamaikan kedua belah pihak di Kantor Bupati Bungo, Kamis kemarin.
Menurut Zukrianto, sebenarnya kejadian pengeroyokan iti sudah diselesaikan secara damai. Tokoh adat dan kepala desa (Rio) melakukan damai dengan makan nasi putih bersama pada hari Rabu lalu.
Namun, Usai perdamaian muncullah akun palsu di dalam facebook yang memicu terjadinya bentrok berdarah tersebut. Ceritanya, Rabu (13/5/2020) akun FB atas nama Defrianto Darmawan Saputra, pelajar asal Dusun Candi mengunggah status berisi hinaan terhadap pemuda Dusun Lubuk Landai. Status yang diunggah pukul 11.00 Wib itu pun viral.
Namun Defrianto merasa tidak memosting status tersebut. Dia mengatakan akun yang berisi postingan hinaan dengan foto profil dirinya tersebut di hack/dibajak oleh orang lain. Akun tersebut dilaporkan warga ke Polres Bungo dengan surat pengaduan No. STPP/151/V/2020/SPKT/Res Bungo.
Postingan yang sudah terlanjur viral di grup WA/ facebook tersebut membuat pemuda Dusun Lubuk Landai marah. Mereka merencanakan aksi penyerangan dan mencari oknum pemuda Dusun Candi tersebut dengan mengumpulkan massa lebih kurang 50 orang.
Pada Kamis dini hari, Pukul 00.15.00 Wib massa tiba di Dusun Candi dan melakukan aksi penyerangan.
Namun pemuda Dusun Candi telah mengetahui rencana aksi tersebut. Mereka pun sudah siap siap, berkumpul di perbatasan dusun dengan membawa perlengkapan berupa kayu dan senjata tajam. Akibatnya bentrokan pun terjadi.
Mengetahui kejadian tersebut, Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji bersama anggota langsung turun ke lokasi mengamankan situasi. Kedua kelompok pemuda yang terlibat bentrok dibubarkan dan kembali ke dusun masing.
Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji mengatakan, kedua dusun telah dilakukan upaya damai. Sudah dilakukan pertemuan tokoh masyarakat kedua dusun, dihadiri pihak kecamatan tanah Sepenggal dan Koramil 416-02/ Tanah Tumbuh. Dalam peruñdingan itu diputuskan memberikan sangsi adat berupa sebilah pisau. ” Kemudian dilakukan perundingan perdamaian di kantor Bupati Bungo pagi ini (kemarin), ” kata Aji.
Dalam pertemuan kemarin, Rozali, warga Dusun Candi mengungkapkan dalam kejadian Kamis dini hari itu, dua kali penyerangan dilakukan Pemuda Dusun Lubuk Landai ke Dusun Candi. Serangan pertama sempat mereka halau dengan kondisi aman.
” Yang namanya antisipasi, kami menjaga dusun kami agar tidak terjadi bentrok. Entah bagai mana serangan kedua, sekitar pukul 00.30 wib terjadi lagi. Bentrokan pun tidak bisa dihindarkan. Sehingga terjadilah pembakaran,” kata Rozali.
Asisten I Setda Bungo, Zulpandli mengatakan kedua dusun yang bertikai sepakat untuk berdamai. ” Sudah aman. Kedua dusun sepakat berdamai. Karena, dilihat dari silsilah dari keturunan, kedua dusun tersebut masih sedarah,”kata Zulpandli.
Meski sudah sepakat berdamai, namun dalam pertemuan kemarin, perdamaian belum bisa dilakukan. Karena perwakilan dari Desa Lubuk Landai tidak hadir. Sebenarnya ada yang hadir, tapi tidak bisa memutuskan.
Menurut Zulpandli, perdamaian secara resmi akan dilakukan pada Sabtu (16/5) besok di kantor Camat Lubuk Landai. Selanjutnya pihak pemda meminta kepada kepolisan ,TNI satpol PP untuk membuat posko di perbatasan kedua dusun. Agar terhidar dari bentrok kembali.
‘’ Karena besok (hari ini), Jumat, waktunya singkat. Terpaksa (perdamaian) dilakukan hari Sabtu,”katanya.
Sumber : jambione

