Newsdigital .id,(Jambi) – Gubernur Jambi Dr.H.Al Haris.S.Sos.M.H memimpin apel siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Tahun 2022, yang berlangsung di lapangan Korem 042/Gapu Jambi, Jum’at (10/06/2022).
Diharapkan satuan tugas dapat mengantisipasi sedini mungkin Karhutla. Supaya tidak terulang seperti sebelumnya, maka harus senantiasa bersiaga dan waspada. Harus berupaya mengantisipasi berbagai kemungkinan sedini mungkin, setidaknya meminimalisir luasan dan dampaknya, ujarnya.
Karhutla memberikan beberapa dampak negatif yang luar biasa, seperti kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim serta menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas transportasi darat laut dan udara.
“Tahun 2015 dan 2019 pernah merasakan dampaknya yang sangat buruk, selain menyebabkan kerugian material berupa terbakarnya lahan produktif dan kawasan hutan, termasuk lahan gambut yang seharusnya terjaga kondisinya, selain itu juga menyebabkan merebaknya penyakit, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), serta terganggunya berbagai aktivitas kehidupan masyarakat,” katanya.
Menurut data badan meteorologi, klimatologi dan geofisika melalui pantauan sensor Modis (satelit terra aqua dan suomi NPP), Tahun 2022 ini periode Januari-Juni sampai 8 Juni 2022, di Provinsi Jambi terpantau titik api (hotspot) sebanyak 795 titik, dengan luas lahan yang terbakar pada Januari sampai Juni 2022 62,95 hektar.
Sehubungan telah ditetapkan status siaga darurat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi berdasarkan surat keputusan gubernur Jambi Nomor 420 Tahun 2022 terhitung mulai 24 Mei 2022 hingga 30 November 2022, maka seluruh bupati, wali kota serta TNI-Polri, BPBD, manggala agni dan seluruh stakeholder.
Dunia usaha, instansi terkait dan masyarakat, diharapkan dapat menggerakkan seluruh sumber daya dan kemampuan untuk pencegahan dan penanganan Karhutla di Jambi.
Termasuk dukungan dari pemerintah pusat melalui BNPB, KLHK dan BPPT serta penunjukan personil dan organisasi pos komando satuan tugas siaga darurat pengendalian bencana Karhutla di Provinsi Jambi, perlu segera melaksanakan penanganan yang bersifat cepat tepat dan terpadu sesuai dengan standar dan prosedur penanganan darurat.
Satgas Karhutla harus bekerja maksimal, efektif dan efisien, fokus pada upaya pencegahan. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara persuasif dengan melibatkan semua pihak menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya pencegahan bencana Karhutla.
“Jika tindakan pemadaman harus tetap dilakukan, jangan sampai terlambat, harus tanggap terhadap titik api sekecil apapun, sehingga tidak terjadi kebakaran yang tidak terkendali.
Prioritaskan upaya deteksi dini dan monitor titik rawan hot spot di lapangan sebagai tindakan pencegahan, katanya. (arm)
