NEWSDIGITAL.ID.Merangin – Proyek Pembangunan Sekolah sangat di harapkan oleh setiap Guru baik SD atau pun SMP dan SMA untuk belajar mengajar, namun sangat di sayang kan pembangunan tersebut tidak memuaskan.
Pembangunan ruang kelas yang menggunakan dengan Dana Alokasi Umum (DAU),adalah Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang di alokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi.
Namun berbeda dengan pembanguna Sekolah yang ada di Desa Rantau ngarau kecamatan Tabir Ulu kabupaten Merangin.
Sangat di sayang pembangunan sekolah tersebut dengan menggunakan Dana DAU bersumber dari Dana APBN tersebut tanpa ada menggunakan papan Merk dan berapa jumlah Dana untuk pembanguan sekolah tersebut.
apakah ini yang dinamakan Proyek siluman tanpa papan nama dan dari mana asal usul Dana tersebut,
Media cek langsung kelokasi pembangunan sekolah yang ada di Desa Rantau Ngarau tanpa ada menggunakan papan merk,

apakah si pemborong pembanguan sekolah ini sengaja untuk melabuai Warga dan Oknum guru yang ada di sana biar tidak tau berapa jumlah anggaran Dana untuk pembangunan tersebut.
Media mencoba menyakan kepada tukang yang sedang bekerja di sekolah tersebut,bang siapa nama pemborong bangunan sekolah ini dan mana papan merk nya dan berapa anggaranya,namun pekerja menjawab,kalau pemborong Sayo dak tau bang dan papan merk nyo memang tidak ada,Sayo cuma pekerja,

tidak sampai di situ media pun berusaha mencari informasi tentang siapa yang mengambil borongan sekolah tersebut.
Media mencoba menanyakan kepada salah satu kawan tentang pemborong bangunan sekolah di Desa Rantau Ngarau kecamatan Tabir Ulu.
Bang ada nomor pemborong sekolah di Desa Rantau Ngarau bang,namun kawan tersebut menjawab ada WAN ini nomor nya,0831280####.
Media pun menghubungi nomor yang di berikan oleh kawan,terus di angkat,bang Sayo mau nanyo apakah benar proyek pembangun sekolah di Desa Rantau Ngarau itu bang yang pemborong nyo,media pun menyakan lagi,papan merk nyo dak ado anggaran dana nyo dak Ado jugo bg,namun pemborong menjawab,lah ado papan merk nyo tu WAN,sekarang bang lagi di Padang,tunggu hari Minggu Bae WAN bang balik,ungkap pemborong.
pada hari Minggu media mencoba konfirmasi melaluai Chta Wa tentang proyek pembangunan iko,kan bang yang pemborongnyo,bang kan bilang hari Minggu Bae Kito ketemu,mangkonyo aku ko nanyo,kan hari ini hari Minggu.
papan merk nyo kemano,berapo anggarananyo,konsen yang di pasang itu lah pecah dan ado jugo konsen tu yang di makan bubuk,kan cuma minta hak jawab,ungkap media.
Namun pemborong membalas,sejak bilo Pulo aku ngato hari minggu,kan sudah aku kato aku masih di padang.
kata media apo yang bang sampaikan dengan aku yo itu lah nak aku tulis.
Pemborong pun membalas lagi,tinggal kawan sesuai dengan yang kawan temukan di lapangan be,apo susah nian kalo sesuai dengan fakta tulis be,ungkap pemborong.
Media sempat mengirimkan photo konsen kaco itu yang sudah pecah dan yang di makan bubuk,namun pemborong tersebut tidak lagi membalasnya.
Media pun melihat langsung pembanguan yang sedang di kerja kan oleh tukang itu dan tak luput pula melihat ada beberapa konsen untuk kaca itu ada yang pecah dan ada juga yang di makan bubuk,seharusnya pemborong tersebut bisa menilai mana yang pantas di jadikan konsen kaca dan mana yang tidak pantas,apa karna pemborong ini ingin mencari ke untungan besar namun konsen kaca nya hanya yang pecah dan yang di makan bubuk aja di pasang.
coba bang tanya kepada salah satu oknum guru disana bang,ungkap pekerja,(19/01/23).
Media mencoba menanyakan kepada salah satu oknum Guru yang di bilang oleh pekerja,
bang Sayo mau nanya pembanguna sekolah yang baru itu dana dari mana bang,dan mana papan merk nya.namun oknum guru menjawab,bahwa dana itu dari dana DAU bang,kalau masalah papan merk nya dan berapa anggaran nya Sayo dak tau jugo bang,tahun 2022 pernah kepala Dinas pendidikan Nasution mengunjungi sekolah kami bang (mawan)

