Newsdigital.id.(Tanjab Timur) – Ditengah masa pandemi virus Corona (Covid 19 red) yang terjadi saat ini, protokol kesehatan masih saja terabaikan. Seperti halnya pangkalan gas elpiji Barokah Jaya yang berada di Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjab Timur diserbu warga dengan kondisi berdesakan sehingga jalan tersebut menimbulkan kemacetan, Rabu (3/2).
Ruslan salah seorang warga setempat saat disambangi Newsdigital.id mengatakan, antrian panjang saat melakukan pengambilan kupon gas elpiji di pangkalan Barokah Jaya malah menimbulkan polemik dikalangan para pengguna jalan, terutama menyangkut kenderaan roda dua yang mereka gunakan memakan badan jalan, sehingga menimbulkan kemacetan,” kata Ruslan kepada awak media ini.

Antrian panjang tersebut, sebut Ruslan kurangnya perhatian dari pemerintah setempat paling tidak, melakukan penertiban dipangkalan yaitu menghindari desak desakan, apalagi ditengah pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini dampaknya terjadi kerumunan masa,” tegasnya.
Terpisah Satpol PP Kecamatan Mendahara Abdul Talib, mengatakan bahwa aksi kerumunan masa disebabkan dari warga itu sendiri kurang menyadari, seharusnya dalam pengambilan kupon gas elpiji dipangkalan telah kita atur supaya tidak terjadi antrian panjang, malah warga susah kita atur, nyatanya sendiri kenderaan roda dua mereka diparkir sembarangan sehingga menimbulkan kemacetan badan jalan,” ungkap Abdul Talib.
” Demi tugas dalam pelayanan masyarakat, tetap kita jalankan perintah, terutama menyangkut penertiban di pangkalan gas tersebut, meskipun sempat menimbulkan antrian dan berdesakan kini sudah aman dan kondusif,” ujarnya.
Sementara pemilik pangkalan gas elpiji Barokah Jaya, Basok Pelletai saat dikonfermasi beberapa awak media membenarkan, dipangkalan yang ada saat ini memang sedang terjadi antrian dan berdesakan padahal telah kita himbau sebelumnya yang menggunakan kenderaan roda dua jangan melakukan parkir kenderaan didepan pangkalan, namun warga tetap memaksakan diri sehingga jalan umum sempat menimbulkan kemacetan,” ucap Basok.
Saat ditanya, berapa banyak kupon yang akan diberikan kepada konsumen, kemudian dalam penyaluran tabung gas untuk satu KK maksimal berapa yang seharusnya mereka dapatkan,” sebut Basok jenis kupon yang kita edarkan sebanyak 300 kupon, tergantung suplai pasokan tabung gas elpiji dari Pertamina yang masuk kepangkalan.
Sedangkan warga yang menerima dalam satu kepala keluarga ( KK red ) mendapatkan satu tabung gas elpiji, tidak kita berikan konsumen membawa dua tabung gas atau lebih, mengingat kebutuhan masyarakat semakin meningkat, terutama menyangkut penggunaan gas,” pungkasnya. (mul)

