NEWSDIGITAL.ID,Kota Jambi- Pemerintah (Pemkot) Jambi bersama DPRD Kota Jambi telah menanda tangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2026
Di Gedung DPRD Kota Jambi, senin (20/10/2025).
Walikota Jambi Dr.dr.H.Maulana MKM sangat bersyukur atas kerja keras DPRD Kota Jambi yang di Ketuai oleh Ketua DPRD Kita Jambi yang membahas hampir 24 Jam membahas KUA PPAS untuk tahun 2026.
“Dari kesimpulan yang telah di bacakan oleh Sekretaris banggar bahwa secara keseluruhan KUA PPAS kita sebesar Rp 1 Triliun 790 miliar.Jika di bandingkan tahun ini Rp 1 Triliun 978 Miliar berarti ada kekurangan devisit penurunan sekitar 188 Miliar,tetapi kami sangat bangga dengan teman- teman DPRD yang membahas dengan keterbatasan itu fokus prioritasnya untuk kepentingan masyarakat termasuk program- program prioritas seperti Kampung BAHAGIA dan aspirasi tentang kebutuhan masyarakat yaitu pelayanan kesehatan dan lainnya.
Rekomendasinya banyak berkaitan dengan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),ini menunjukan kemandirian fiskal kita,ke depan harus kita dorong pemanfaatan aset.
Walikota Maulana mengatakan bahwa PAD kita ada kenaikan 2,9 persen tapi yang mengalami penurunan yaitu transfer daerah yaitu Dana alokasi umum (DAU) serta Dana alokasi khusus (DAK) juga mengalami penurunan. Dana transfer kita Rp 941 Miliar,yang sebelumnya Rp 1,2 Triliun artinya ada penurunan. Penurunan yang besar itu di tutupi oleh PAD sehingga lebihnya ada Rp 188 Miliar dan inilah yang harus kita kejar minimal mendekati anggaran kita tahun 2026.
Terkait OPD saya kata Maulana sudah melakukan perbaikan yang telah di lantik, dan kami harapkan agar mereka aktif dan meja aset yang belum optimal agar di aktifkan untuk mendapatkan dana. Selanjutnya mereka harus aktif berkomunikasi dengan pusat, karena dana-dana dari kementerian dan lembaga sekarang itu melalui balai-balai perwakilan- perwakilan yang di daerah harus di komunikasikan,karena mereka mempunyai anggaran untuk membangun daerah itu melalui kementerian lembaga dan itu rekomendasi dari Banggar.
Saat di tanyakan terkait program seratus juta, Walikota Maulana menjawab itu adalah program prioritas sehingga teman -teman Banggar mendukung karena ini betul-betul di rasakan masyarakat.
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarely menambahkan bahwa kami (DPRD) Kota Jambi positif saja menyikapi,harus optimis bahwa terkait penurunan APBD Kota yang di prediksi di tahun 2026 masih menunggu dari pusat. Tapi jujur saja kami masih percaya dan yakin optimalisasi pendapatan dan pemanfaatan aset yang terukur akan menjadi sumber PAD untuk Kota Jambi yang mengandalkan retribusi dan jasa “pungkasnya.
Dalam rapat tersebut hadir juga para Camat,Lurah,dan para kadis di lingkungan pemerintah Kota Jambi.(RI)


