NEWSDIGITAL.ID,Kota Jambi – Kejadian tersebut berujung dengan korban MAP (13) masuk IGD Rs Raden Mattaher dan dirawat selama 2 hari, setelah korban tidak tahan merasakan nyeri disekujur badan, kaki hingga tangan yang mempunyai luka lebam akibat pengeroyokan oleh beberapa orang siswi disekolahnya. Hal tersebut dikemukakan oleh orang tua korban, Mardiana saat dikonfirmasi tim media Newsdigital.id, pada Rabu (09/08) siang dirumahnya.
“Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (04/08/2023) lalu, kejadiannya di ruang kelas yang sengaja para pelaku yang berjumlah kurang lebih 10 orang dengan berbagai peran mengunci dari dalam. Awalnya mereka membuli untuk memancing korban MAP berlaku kasar, dan beberapa orang lainnya sengaja merekam video saat korban berlaku kasar kepada salah satu pelaku. Ketika mereka membalas dengan keroyokan rekaman itu dihentikan,” kata Mardiana kepada media ini, Rabu (09/08).
Di samping itu, ia mendapat informasi bahwa para pelaku dikenal emang bergeng dan hobi melakukan tindakan buli. Sehingga ia meminta pihak sekolah tegas atas kejadian ini.
“Anak -anak ini sepertinya emang hobi melakukan buly, korbannya tidak anak saya saja, namun ada juga beberapa, tetapi yang lain tidak kuat dengan bulian sehingga tidak masuk sekolah. Miris anak saya yang masih bersekolah pada hari itu dipancing mereka sehingga terjadi kekerasan oleh beberapa dari mereka. Sebenarnya itu sudah hari ke 3 anak saya di buli, untuk memancing emosi,” ucap orang tua korban.
Menurutnya, pihak sekolah sudah mencoba melakukan mediasi dengan pihak dari pelaku untuk bisa bertanggung jawab atas kekerasan yang di alami. Namun sayang belum apa-apa sudah lain dari apa yang dijanjikan.
“Keluarga dari pelaku mengajak berdamai. Namun, saat kami bawa ke puskesmas dan minta di rujuk kerumah sakit karena ada indikasi luka dalam. Mereka langsung angkat tangan, tidak melanjutkannya. Mirisnya lagi saya disuruh tanda tangan perjanjian karena mereka sudah tanggung jawab, tapi saya tolak,” ujar Mardiana.
Ia menambahkan, bahwa sudah hampir seminggu kejadian ini, namun sangat disayangkan pihak sekolah belum bisa mengambil sikap atas tindakan para pelaku.
“Sejak mediasi seusai penganiayaan tersebut, pihak sekolah seakan menutupi nya. Karena mereka ada memberi saya surat perjanjian untuk tidak membawa nama sekolah kedalam kasus ini,” jelas orang tua korban.
Sementara itu, adanya kasus ini pihak sekolah saat ditemui pada Kamis dan Jum’at (10 dan 11- 08 – 2023) kemarin tidak berani berkomentar, dengan alasan Kepala Sekolah SMPN 17 sedang mengambil cuti.
Namun, sebagai informasi didapat oleh media Newsdigital.id, mengkonfirmasi kepada Babinsa Setempat Solihin, yang didampingi dari Dinas Terkait Pak Yandri. Ia mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan pencarian informasi kepada kedua belah pihak, dan juga telah dilakukan dua kali mediasi.
“Saya berdiri sebagai yang ikut mendampingi kasus ini, hari ini kami melakukan mediasi yang kedua kepada para pihak. Kami memanggil semua anak yang ada pada saat kejadian, termasuk yang disebut pelaku oleh korban MAP dan juga saksi yang melihat kejadia tersebut,” kata Solihin saat dikonfirmasi Jum’at (11/08), bertempat di Ruang Kepsek SMPN 17 Jambi.
“Namun sejauh ini setelah kita liat dan mendengar penjelasan anak -anak yang ada dilokasi kejadian. Kami belum ada menemukan terjadinya tindak buli yang seperti apa beredar. Tetapi memang mediasi kedua ini tidak ada dihadiri MAP maupun perwakilan karena mereka menolak untuk datang. Padahal kita mengundang ini hanya untuk mendengarkan penjelasan dari para anak -anak nya langsung.”
“Jadi, dari mediasi kedua ini kita perjelas belum ditemukan unsur pembulian. Namun yang ada penyebabnya bermula dari status Wa sebagai pemicu keributan.”
Solihin juga menambahkan, untuk agar kasus ini cepat terselesaikan dalam waktu dekat akan mencoba dari pihak terkait untuk memanggil MAP (13) guna dimintai keterangan.
“Ya kasus ini kan juga sudah dilaporkan oleh pihak MAP ke Polres lewat perlindungan anak, jadi kita menunggu hasil dari itu. Sementara ini belum ada ditemukan tindak buli disini,” pungkas Solihin. (*)


