NEWSDIGITAL.ID,Kota Jambi – Komisi l DPRD Kota Jambi turun lapangan (Turlap) ke lokasi perkebunan milik seorang dokter di daerah sungai sawang Kecamatan Kotabaru, selasa (10/10/2023).
Muhili Ketua komisi l DPRD Kota Jambi mengatakan bahwa turlap hari ini adalah respon dari Pengaduan masyarakat yang tinggal di dekat perkebunan yang di indikasikan untuk peternakan Sapi.
Dalam turlap tersebut,Komisi l DPRD Kota Jambi juga mengajak OPD Pemkot Jambi untuk menyambangi perkebunan tersebut dan ternyata izin dari Pemkot Jambi tidak ada.
Muhili juga menyimpulkan bahwa kami dari Komisi l menyimpulkan tidak memaksa untuk keluar,tapi kita berikan toleransi kepada pemilik perkebunan ujtuk tidak lagi beternak di sini dengan catatan kita tidak mengusir secara tegas,tapi memberikan solusi kalaupun memang itu secepat mungkin kalau tidak ada upaya tapi kalau misalnya masih juga minta undur waktu menjelang lebaran haji,artinya dia harus ada upaya bersosialisasi macam mana teknisnya yang di lakukan oleh Dinas lingkungan hidup (DLH) yang memberikan syarat untuk tidak ada lagi pengaduan dari masyarakat sekitar yang merasakan dampak bau dari peternakan sapi tersebut.
Sementara itu masyarakat sekitar yang tinggal di daerah perkebunan yang juga di jadikan tempat peternakan sapi Sofni mengatakan kepada awak media bahwa masalah ini sudah lama,tetapi saya berusaha tetap berkomunikasi secara kekeluargaan,baik dengan masyarakat maupun dengan pemilik dari perkebunan ini.
Kebetulan ini ada di lingkungan kami dan saya secara pribadi juga kena imbasnya,tetapi kita masih ada mengingat dan menimbang. Tapi secara aturan itu memang semuanya salah dan izin tidak ada karena semua Dinas yang terkait dengan masalah ini sudah kami sampaikan juga dan mereka juga sudah menyampaikan bahwa ini tidak benar dan tidak layak untuk di lakukan di daerah sini. Namun kita juga punya pertimbangan juga dari niat baik pemilik itu bukan untuk peternak yang besar dan hanya untuk mainan dan juga akhirnya pingin juga coba-coba untuk persiapan lebaran haji,tapi ternyata lebaran haji sapinya tidak laku karena memang itu tidak layak untuk kita buat korban”ujar Sofni.
Di tambahkan Sofni setelah pertemuan tadi kita telah membuat solusi dan sudah menyampaikan kepada pemilik bahwa kita akan mengikuti aturan yang sebagaimana mestinya supaya tidak ada bau.Namun saya selaku warga mewakili warga setempat dan selaku penyambung lidah dari masyarakat dan ini juga dapil saya, saya juga meminta ketegasan andaikata nanti solusi-solusi tang sudah kita sampaikan tadi sudah di ikuti oleh pemilik perkebunan sekaligus tempat ternak sapi itu, namun itu masih menyalahi aturan atau masih membuat masyarakat resah,itu nanti kita akan duduk bersama lagi dan saya minta di tegaskan secepatnya untuk di pindahkan supaya masyarakat tidak resah terus dan itu ada imbasnya kepada kami “pungkas Sofni.
Reporter: Arianto
Editing :Arman Oktora


