Newsdigital.id.(Tanjab Timur) – Hingga saat ini mutu pendidikan masih terkendala disebabkan pekerjaan pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN 06 red) yang berada di Desa Pangkal Duri Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjab Timur terbengkalai, disebabkan pihak rekanan yang mengerjakan pembangunan sekolahtersebut, belum ada kejelasan, Jum’at (20/8/2021).
Pltu Kepala Sekolah SDN 06 Desa Pangkal Duri, Rini saat disambangi awak media ini diruang kerjanya mengatakan, menyangkut kegiatan belajar dan mengajar terutama untuk ada didik disekolah ini, terpaksa kia batasi, mengingat kondisi ruang belajar masih kekurangan,” kata Rini.

” Tidak menutup kemungkinan, sebut Rini selaku Pltu Kepsek untuk pembangunan ruang kelas sebanyak 4 lokal, kondisinya memang masih terbengkalai arti kata pihak pelaksana yang mengerjakan pembangunan tersebut baru sebatas pemasangan cerucup, selaku majelis guru dalam hal ini belum memahami secara jelas. Apakah pekerjaan dilanjutkan atau menunggu pihak rekanan lainnya,” jelasnya.
Terpisah warga lainnya iwan mengatakan, menyangkut pembangunan 4 unit ruang kelas yang diharapkan warga sdh dapat terlaksana paling tidak sudah berjalan 50 persen. Namun kenyataanya masih sebatas pemancangan cerucup, sehingga anak didik yang menimbah ilmu disekolah ini, malah kurang maksimal, disebabkan kondisi bangunan sekolah yang tidak memungkinkan,” ujarnya.
Selaku warga setempat berharap pembangunan sekolah tersebut, agar ada titik terang dalam pelaksanaan dilapangan terutama menyangkut pihak rekanan, kalau kondisi bangunan hanya dibiarkan seperti itu, bagaimana mutu pendidikan bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Pantuan Media Newsdigital.id dilapangan, pekerjaan pembangunan tersebut melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Jambi.
Pekerjaan Rehabilitas dan Renovasi sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Tanjab Timur khususnya di SDN 06 Desa Pangkal Duri Kecamatan Mendahara melalui PT, Puncak Timur Parahyangan dan konsultan pengawas, PT, Tujuh jaya, yaitu nilai kontrak Rp, 31.429.932.000 dengan sumber dana APBN tahun anggaran 2021 kondisinya saat ini terbengkalai.” pungkasnya. (Mulyadi)

