Newsdigtal.id,(kota Jambi) – Di dampingi oleh asisten lll,kepala dinas pemberdayaan masyarakat perlindungan perempuan dan anak,Wakil Walikota Jambi H.Maulana melakukan rapat koordinasi untuk data gender dan anak,sekaligus launching Sistem informasi gender di dan anak (SIGA),Kamis (7/4).
Hal tersebut kata Maulana sangat penting karena merupakan amanat secara internasional melalui sistenable depelopment goal.
“Maulana mengatakan bahwa kita harus berupaya berjuang untuk keharusan gender ini termasuk juga perlindungan anak.
“Untuk di kota Jambi,secara umum dari segi kota layak anak saja kita sudah lumayan tinggi nilainya,insha Allah menjadi madya tahun ini naik dari madya ke Nidya atau utama “harap Maulana.
Pada acara hari ini kata Maulana,hadir seluruh OPD dan organisasi wisata instansi vertikal dari Kemenkum HAM dan dari seluruh kecamatan untuk menyiapkan data-data ini sebagai sumber data yang berbasis gender, ada data terpilah,ada data-data di bidang pendidikan,kesehatan,di bidang politik dan tenaga kerja yang bertujuan untuk meningkatkan upaya kita bersama membangun kesejahteraan pada perempuan dan juga memberikan perlindungan pada perempuan dan anak.
“Maulana berharap dengan “SIGA” ini, masyarakat dengan mudah mendapatkan akses itu,dan yang paling penting juga data ini sumber utama bagi kami pemerintah dan seluruh stakeholder yang lain untuk mengambil sebuah kebijakan” ujar Maulana.
“Secara umum Kota Jambi indek pembangunan kita sudah tinggi 79,12 begitu juga indek pembangunan gender. Kita bisa lihat di semua lini kehidupan termasuk segi pemerintahan,banyak eselon ll banyak perempuan,banyak juga camat perempuan bahkan RT juga banyak perempuan,artinya kita memberikan kesempatan yang sama kepada para wanita yang mempunyai kompetensi jadi tidak ada pembedaan antara Laki- laki dan perempuan.
“Di dunia pendidikan,sekarang di kampus,di sekolah dasar,SMP semua perempuan dan Laki-laki mempunyai hak yang sama, yang penting kita upayakan pengawasannya di bidang kekerasan terhadap perempuan,baik itu KDRT,pelecehan seksual fisik, sikis dan termasuk juga dengan anak inilah yang perlu kita awasi bersama,karena di kota ini segi pengaruh keutamaan sudah tinggi,tetapi yang semakin tinggi juga atau meningkat kasusnya dari waktu ke waktu itu adalah kekerasan perempuan dan anak dan inilah yang menjadi prioritas penekanan kita secara komprehensif melalui stakeholder termasuk hak-hak perempuan di bidang perusahaan di dunia kerja untuk memenuhi hak dasar bagi pekerja wanita “tutupnya. (ar)

